Sabtu, 04 Agustus 2012
Jepang Siap Pasarkan Robot Pembaca Pikiran
TOKYO (Berita SuaraMedia) - Kemajuan teknologi memang tidak pernah berhenti. Selama masih ada akal dan kemauan, teknologi akan terus semakin canggih. Seperti yang akan dilakukan Jepang
Para ilmuwan di negeri tersebut bersiap mengembangkan robot pembaca pikiran dan kemampuan menggerakkan berbagai barang elektronik hanya dengan pikiran.
Seperti diberitakan AFP, Rabu (22/06/2011), berbagai perangkat yang akan dikembangkan tersebut di antaranya meliputi televisi, ponsel, sistem navigasi pada mobil dan pendingin ruangan.
Semua perangkat tersebut nantinya akan menggunakan teknologi interface berbasis mesin pembaca otak. Terdapat sensor pada headset yang bekerja menganalisa gelombang otak dan pola aliran darah.
Lebih jauh dari para ilmuwan ini adalah, robot tersebut nantinya diharapkan dapat membantu berbagai aktivitas manusia. Seperti mampu membaca keinginan pemirsa televisi sehingga otomatis merubah chanel tanpa menggunakan remote.
Bila berbentuk ponsel genggam maka penulisan SMS bisa dilakukan dengan memikirkan apa yang akan ditulis tanpa harus mengetikannya.
Tidak hanya itu, mesin ini bisa diaplikasikan pada sistem navigasi mobil. Sehingga bila pengemudi ingin makan maka mobil otomatis akan mencari restoran.
Kalau diaplikasikan pada AC maka dapat merubah suhu bila orang yang ada dalam ruangan merasa panas atau dingin.
Bahkan robot ini juga diimpikan dapat tahu kapan akan dibutuhkan untuk membawa barang berat pada orang lanjut usia atau cacat fisik
Yang paling menarik adalah rancangan robot yang bisa mengetahui apa yang diinginkan seseorang. Robot ini dimaksudkan untuk merawat dan melayani pasien tuna daksa dan manula.
Teknologi ini rencananya akan segera dipasarkan tahun ini, bekerjasama dengan perusahaan teknologi besar seperti Toyota, Honda, Hitachi, dan lembaga teknologi ternama di Jepang seperti National Institute of Information and Communications Technology, Osaka University dan Advanced Telecommunications Research Institute International.
Sang Bos Dipermalukan Hacker, Facebook Tingkatkan Keamanan
SAN FRANSISCO (Berita SuaraMedia) - Setelah akun milik CEO-nya dibobol hacker, Facebook pun memperketat kendali privasi untuk meyakinkan keamanan member jejaring sosial itu di seluruh dunia.
Pengetatan keamanan ini mulai disadari manajemen Facebook setelah fan page milik pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, 'dikerjai' oleh hacker. Dalam aksinya sang hacker meninggalkan pesan untuk Zuckerberg agar lebih memikirkan Facebook untuk tujuak sosial yang baik ketimbang keuntungan bisnis semata.
Tidak membutuhkan waktu lama sebelum pesan itu mendapat 'like' lebih dari 1.800 kali serta mencapai 500 komentar.
Rencana meningkatkan proteksi konten profil pengguna ini diluncurkan berkaitan juga dengan Data Privacy Day yang diselenggarakan baru-baru ini.
"Bagian penting dari pengendalian informasi adalah selalu melindunginya dari ancaman keamanan seperti virus, malware dan hacker," ujar Jake Brill dari perwakilan manajemen Facebook, seperti diberitakan Yahoo News, Rabu (22/06/2011) Fitur keamanan baru yang akan diluncurkan itu, salah satunya, menyediakan password satu kali pakai yang bisa digunakan member ketika harus menggunakan shared-computer, seperti berada di kafe, bandara, hotel atau tempat umum lainnya.
Untuk mendapatkan password satu kali pakai ini, pengguna cukup mengirimkan pesan dari ponsel bertuliskan OTP dan mengirim ke nomor 32665.
Untuk mendapatkan password satu kali pakai itu, nomor telepon pengguna harus terdaftar terlebih dahulu. Password tersebut hanya bisa dipakai satu kali dan akan kadaluarsa dalam kurun 20 menit. Sayangnya layanan keamanan ini baru bisa dinikmati oleh pengguna Facebook di AS.
Facebook juga memungkinkan pengguna untuk memeriksa akun Facebook mereka dari mana saja dan kapan saja untuk memastikan bahwa akun mereka telah tertutup di komputer lain saat terakhir kali digunakan. Hebatnya, Facebook memungkinkan pengguna untuk bisa sign-off secara remote.
"Dalam situasi yang tidak mengenakkan, dimana seseorang dapat mengakses akun Facebook anda tanpa izin, anda bisa mematikan login ilegal tersebut sebelum mengatur ulang password dan mengambil langkah-langkan lain untuk mengamankan komputer anda," ujar Brill.
Pengelola Domain '.com' Angkat Hacker Jadi 'Polisi Internet'
SAN FRANSISCO (Berita SuaraMedia) - Internet Corporations for Assigned Names and Numbers (ICANN), lembaga pengelola alamat induk berbuntut '.com' mengumumkan telah mengangkat hacker veteran Jeff Moss untuk menjadi kepala keamanan mereka yang baru. Moss, yang dulu dikenal sebagai Dark Tangent, adalah pendiri konferensi keamanan komputer Black Hat serta event perkumpulan hacker populer, DefCon, yang biasa dihelat setiap tahunnya di Las Vegas.
Moss, seperti diberitakan AFP akan mulai menempati kursi jabatan barunya di ICCAN pada Jumat ini. Ia akan mengisi posisi sebagai Wakil Presiden dan Kepala Petugas Keamanan.
"Saya pikir tidak ada satupun yang memiliki pemahaman lebih besar mengenai ancaman keamanan ke pengguna Internet dan tahu bagaimana bertahan melawan mereka dibanding Jeff Moss," ungkap Direktur Utama ICANN Rod Beckstrom.
Rod Beckstrom mengatakan bahwa Moss memiliki pengetahuan mendalam yang hanya bisa diperoleh dari pengalaman perang melawan ancaman cyber, yang hingga kini masih berlangsung. Moss menjadi hacker selama 20 tahun.
Ia pernah bekerja di Secure Computing Corporation dan di divisi keamanan layanan di perusahaan layanan bisnis Ernst & Young. "Saya menanti untuk membawa kemampuan saya ke ICANN," kata Moss.
"Peran saya untuk mengkoordinasi sistem pemberian alamat internet global artinya saya memiliki posisi menjadi pemimpin dalam mengidentifikasi serta menangani ancaman online terhadap Sistem Nama Domain yang berisiko sekira 2 miliar pengguna internet seluruh dunia," tutup Beckstorm.
Domain Name System atau sistem nama domain adalah tempat di mana alamat internet dunia terdaftar dan berperan penting dalam memungkinkan pengguna di seluruh dunia terhubung dengan komputer online lain.
Facebook Akan Jadi Bulan-Bulanan Para Penjahat Cyber di 2011
JAKARTA (Berita SuaraMedia) - Media jejaring sosial diprediksi masih akan menjadi target serangan utama para penjahat cyber. Bahkan, frekuensi penyerbuannya diyakini akan meningkat.
Menurut analisa Cyber Threat Analysis Center (CTAC), media jejaring sosial seperti Facebook, LinkedIn, Orkut dan Twitter masih akan menjadi target utama serangan seperti di tahun 2010. Demikian pula terhadap search engine seperti Bing and Yahoo.
"Kemunculan Facebook di sisi lain juga memunculkan masalah baru, dan masalah tersebut akan tetap ada jika upaya pembasmian ancaman hanya terbatas pada gejala-gejalanya saja dengan cara menyediakan menu privacy di media sosial tersebut sebagaimana diinginkan oleh penggunanya, sehingga keamanan data tetap menjadi tanggung jawab customernya tetapi pembasmian tidak sampai ke penyakitnya," tukas CTAC, dalam keterangannya.
Media sosial masih akan menjadi salah satu masalah terbesar, tidak hanya pada konteks malware. Sebagian besar malware akan tetap bergentayangan dan menginfeksi melalui jalan yang sama seperti lewat email, malicious URL, forum komunitas, newsgroups dengan cara membujuk calon korban untuk mengklik sesuatu.
"Salah satu yang mungkin juga akan cukup mengejutkan adalah kerentanan pada .LNK juga akan meningkat dari waktu ke waktu meskipun telah lama berselang sejak kerentanan tersebut ditemukan," tukasnya.
Perusahaan keamanan ESET menilai, serangan dalam bentuk pencurian data SCADA juga masih akan ada, tetapi kemungkinan akan menggunakan spear-phishing dan malware
jejaring sosial atau malah 0-days, dan Trojan daripada mereplikasi malware-malware seperti Win32/Stuxnet.
Tetapi sayangnya kekuatan utama Stuxnet sepertinya sudah dilemahkan meskipun Stuxnet code juga bisa dengan mudah beradaptasi untuk menyerang semua instalasi yang tidak berhubungan, sehingga bisa dipastikan bahwa penggunaan malware untuk tujuan sabotase masih bersifat spekulatif dan penyelidikan secara aktif masih tetap dilakukan.
Tambahan lagi, scrapping tools pada situs-situs jejaring sosial seperti biasa digunakan untuk mencuri data, akan mengurangi beban untuk melakukan serangan spear phishing, yang akan membawa pada serangan-serangan pada target-target strategis lainnya.
Dengan semakin aktifnya pengguna jejaring sosial di Indonesia, diharapkan setiap pengguna memiliki kesadaran melakukan proteksi account dan komputernya masing-masing.
"Kebanyakan situs jejaring sosial memberikan tanggung-jawab proteksi data kepada pemilik account. Untuk keamanan komputer, ESET telah mengantisipasi melalui kemampuannya mendeteksi malware dari third party program pada jejaring sosial. Untuk masyarakat Indonesia, ESET Indonesia juga menyediakan blog ESET Indonesia sebagai sarana edukasi publik," kata Yudhi Kukuh, Security Consultant PT Prosperita-ESET Indonesia.
75.000 Virus Serang Ekstensen exe.
WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - SurfRight melaporkan data statistik terbaru. Menyatakan tidak semua antivirus memiliki kemampuan sama, bahkan komputer tetap terinfeksi.
SurfRight mengumpulkan data dari 7 jenis antivirus. Dari 100.000 user yang menjalankan antivirus selama 55 hari. Ternyata Antivirus tidak memproteksi komputer secara keseluruhan.
Dari 107.435 komputer, jumlah yang terinfeksi sejumlah 37.989 komputer (35%), 69.537 komputer (64%) berhasil dibersihkan.
Dengan mengupdate antivirus berhasil menangani 78.828 computer (73%)
Tanpa update, tetap terinfeksi sejumlah 28.607 computer (27%)
Yang mengunakan antivirus, tetap terinfeksi 25.038 computer (32%)
Komputer tanpa antivirus tetap terinfeksi 13.002 (46%) Angka 32% dimana komputer mengunakan antivirus ternyata tetap terinfeksi virus.
Dibawah ini tabel kemampuan Antivirus dari berbagai model.
Sejenis virus komputer baru diketahui menginfeksi hampir 75.000 komputer milik 2.500 organisasi yang berada di seluruh dunia. Data ini dikemukakan oleh firma keamanan komputer dan internet NetWitness. Infeksi komputer ini juga merambah ke akun situs jejaring sosial milik pengguna komputer.
Virus terbaru yang dinamakan 'kneber botnet' tersebut mengumpulkan password untuk mengakses sistem finansial online, situs jejaring sosial dan sistem email dari komputer bervirus dan melaporkan informasi yang didapatnya ke hacker.
"Botnet adalah 'pasukan' komputer terinfeksi yang dapat dikontrol hacker dari jarak jauh melalui komputer pusat," kata juru Chief Executive NetWitness Amit Yoran seperti dikutip dari Reuters, Jumat (06/07/2011).
Yoran menyebutkan, jenis serangan tersebut pertama kali ditemukan pada Januari. Investigasi lebih lanjut yang dilakukan firma keamanan internet lainnya, Herndon mengungkapkan ada banyak sistem pemerintah dan komersi yang terkena serangan ini, termasuk 68.000 data login dan akses ke sistem email, situs banking online, Yahoo, Hotmail dan jejaring sosial seperti Facebook.
"Perlindungan terhadap virus cara konvensional agaknya tidak cukup untuk menangkal serangan Kneber atau jenis virus lain yang lebih canggih," tandas Yoran.
Lantaran resesi yang terjadi belum lama ini, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) di Amerika Serikat telah menutup banyak bank yang gagal. Hingga pertengahan Desember 2009, sebanyak 140 bank telah ditutup oleh FDIC.
Nah, karena banyaknya liputan media massa mengenai berita tersebut, spammer (pengirim pesan sampah) memanfaatkan kesempatan dari situasi ini demi keuntungan mereka.
Salah satu aksinya adalah dengan mengirimkan pesan tipuan yang mengklaim bahwa bank yang disebutkan dan diyakini sebagai bank Anda telah mengumumkan kebangkrutannya.
"Saat pengguna mengklik link yang ada pada tulisan 'learn how to save money', Trojan.Pidief akan berusaha menginstal dirinya ke dalam PC".
Untuk itu, Symantec menyarankan pengguna untuk mengecek ke sumber berita terpercaya serta website sah otoritas keuangan untuk memastikan apakah bank tersebut benar-benar sudah diambil alih oleh pemerintah. "Dengan adanya contoh tersebut, spammer terus mencari jalan untuk meningkatkan kesempatan agar pesan-pesan mereka dibuka oleh pengguna. Symantec memprediksi teknik-teknik tersebut akan terus digunakan pada 2010," pungkas perusahaan keamanan ini.
Virus Yahoo Messenger Bak MacGyver
Masih ingat aksi film MacGyver, yang sering membuat alat canggih meski hanya bermodalkan peralatan sederhana. Ini pula rasanya yang terjadi dengan virus Yahoo Messenger, walau diracik dengan bahasa pemrograman (VB Script) yang dipandang sebelah mata namun menjadi virus yang mematikan.
Dijelaskan Adang Jauhar Taufik, analis virus dari Vaksincom, virus ini secara generik dikenal dengan nama W32/VBTroj.CEPA dan secara de Facto menjadi virus yang paling ganas dan paling banyak mengganggu di awal tahun 2011. Virus ini mampu melakukan banyak sekali hal seperti menginstal rootkit, memblok akses jaringan dan memanipulasi file hosts Windows supaya bisa melakukan pemblokiran akses ke situs-situs sekuriti pada komputer korbannya.
"Dan canggihnya lagi, file hosts tersebut dienkrip untuk menghindari deteksi dan perbaikan oleh program antivirus," tukas Adang.
Virus ini, lanjutnya, juga akan melakukan blok akses ke beberapa situs sekuriti atau situs lain yang telah ditentukan dengan cara mengalihkan ke nomor IP 209.85.225.99 yang merupakan ip publik , hal ini secara tidak langsung sebenarnya menyebabkan Ddos terhadap situs.
"Apakah ada hubungan atau tidak dengan serangan terhadap Google di China yang mengakibatkan Google mempertimbangkan untuk hengkang? kita lihat saja. Yang jelas, makin banyak komputer yang terinfeksi oleh virus ini, maka akses (yang secara tidak langsung menyebabkan Ddos) terhadap situs awal Google akan makin tinggi," ujarnya.
Virus ini menyebar sangat cepat dengan memanfaatkan media chatting yang umum digunakan oleh user seperti Yahoo Messenger, MSN Messenger dan Skype dengan cara mengirimkan sebuah pesan dan melampirkan link untuk download sebuah file yang direkayasa seolah-olah file gambar (JPG) tetapi sebenarnya merupakan file virus yang sudah dikompres dengan ukuran yang berdeda-beda tegantung pada varian yang menginfeksi komputer tersebut. Adapun file yang dikompres tersebut mempunyai ekstensi exe.
Jika menerima pesan tersebut sebaiknya jangan Anda terima apalagi menjalankan file yang disertakan walaupun dari kontak Messenger teman yang Anda kenal, memang bukan teman anda yang mengirimkan virus tetapi virus yang menginfeksi komputernya dan memanfaatkan rekening Messengernya.
Salah satu hal yang menyebabkan virus ini sukses menyebar selain menggunakan media yang disebutkan di atas, ia juga akan melakukan update untuk memperbaharui dirinya hal inilah yang menyebabkan scaner antivirus tidak dapat mendeteksi virus tersebut.
Virus ini semakin kuat bercokol dengan bantuan sebuah file rootkit yang bertugas untuk melindungi file induk yang aktif di memori, sehingga pembersihan yang dilakukan melalui windows Normal, Safe Mode atau safe Mode With Command Prompt terkadang tidak dapat menyelesaikan masalah. Dari berbagai sumber: www.suaramedia.com
Mesin Cuci Canggih, Bersihkan Pakaian Dalam Keadaan Kering
LONDON (Berita SuaraMedia) - Ilmuwan Inggris menciptakan mesin cuci yang paling hemat air, karena nyaris tidak menggunakan air dan membersihkan pakaian kotor dalam keadaan kering.
Pengguna hanya tinggal melempar pakaian kedalam mesin, dimana terdapat butir-butir plastik kecil khusus, yaitu bahan polymer yang berfungsi sebagai pembersih kotoran.
Setelah cucian bersih, butir polymer itu kemudian hanya tinggal dibersihkan dari cucian. Butir polymer ini dapat digunakan ratusan kali dan berdampak pada penghematan energi listrik dan bahan detergent.
Telegraph, Sabtu (08/07/201) melansir, pengembang mesin cuci ini, Xeros yang berpusat di Catcliffe, dekat Rotherham menyebutkan, teknologi hijau yang mereka ciptakan mengurangi jumlah footprint karbon dari kegiatan mencuci menggunakan mesin cuci konvensional. Yang lebih penting lagi, mesin cuci ini dapat menghemat miliaran liter air.
"Ambisi kami, selama teknologi ini memberikan keuntungan, kami rasa temuan ini menjadi platform teknologi baru untuk sebuah binatu," kata Bill Westwater.
Westwater menambahkan bahwa sekarang adalah saatnya untuk menawarkan sesuatu yang 'hijau' bagi Bumi dengan sistem mesin cuci yang hemat air ini. Xeros berharap produknya akan segera dikomersilkan pada akhir tahun, dengan hotel, binatu, dan rumah-rumah panti menjadi target utama produk ini. (Telegraph/kz) www.suaramedia.com
Langganan:
Postingan (Atom)