Get Gifs at CodemySpace.com

About

WELLCOME TO BLOG ALFONSIUS GREGORIUS SIMAMORA  

Pages

Kamis, 05 April 2012

Pemukim Yahudi Diusir dari Tanah Palestina

Pemukiman di Tepi Barat (Foto: AFP)
Pemukiman di Tepi Barat (Foto: AFP)
YERUSALEM - Pasukan dan petugas Kepolisian Israel mengusir paksa 15 pemukim Yahudi dari sebuah rumah milik warga Palestina di Hebron. Hal ini dikhawatirkan memicu keributan antara pihak pemukim Yahudi garis keras dengan Pemerintah Israel.

Proses pengusiran yang dilakukan tiba-tiba ini, berlangsung setelah sebelumnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meminta pihak militer Israel untuk memberikan waktu bagi warga untuk keluar dari rumahnya hingga 25 April mendatang. 

Seperti dilansir The Independent, Kamis (5/4/2012), keinginan Netanyahu itu dimaksudkan agar warga pemukim Yahudi dapat memberikan bukti bahwa lahan mereka tempati memiliki legalitas.

Pemerintah Israel memang mengkhawatirkan pengusiran terhadap warga pemukiman ini dapat memicu konflik antara militer dengan warga di Hebron. Kota yang berada di Tepi Barat itu, memang selama ini dihuni oleh sekira 500 warga Israel yang paling militan bersama dengan lebih dari 180 ribu warga Palestina.

Langkah pengusiran ini ditentang oleh politisi sayap kanan Israel yang mendukung hak para warga Yahudi itu untuk tetap berdomisili di lahan wilayah Palestina itu.

Namun Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak tetap memerintahkan pengusiran warga dari lahan, karena dianggap mengingkari fakta yang ada di lahan itu.

Pekan lalu, para pemukim tersebut mendobrak masuk ke sebuah gedung tiga lantai dan menempati kamar yang kosong. Mereka bersikeras sudah membeli gedung itu secara legal dari pemilik asal Palestina.

Namun kepala polisi Palestina menolak klaim tersebut, menyebutkan dari 50 pemilik bersama dari bangunan itu, hanya satu orang yang bersedia untuk menjual bagiannya kepada para pemukim Yahudi.

Pihak Kantor Pertahanan Sipil Israel menilai langkah para pemukim itu provokatif dan memerintahkan mereka untuk meninggalkan gedung itu hingga 3 April lalu. Mereka gagal untuk mendapatkan izin dari pihak militer sebelum membeli properti itu.
(faj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar